Artikel Habermas and Foucault: Thinkers for Civil Society karya Bent Flyvbjerg membahas perbandingan pemikiran antara Jürgen Habermas dan Michel Foucault terkait dengan peran mereka dalam memahami konsep masyarakat sipil.
1. Perspektif Habermas tentang Masyarakat Sipil
a. Habermas memandang masyarakat sipil sebagai ruang publik yang rasional di mana individu dapat berpartisipasi dalam diskusi tanpa hambatan kekuasaan (Demokrasi).
b. Habermas percaya pada demokrasi deliberatif, di mana keputusan yang sah harus dihasilkan melalui debat dan argumentasi yang terbuka, dengan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.
c. Masyarakat sipil adalah bagian penting dalam menjaga demokrasi dan kebebasan dengan menekankan pentingnya norma-norma etika dan institusi yang mendukung rasionalitas dan kebebasan berpendapat. Ruang publik dalam masyarakat sipil menjadi tempat untuk perdebatan rasional yang mendukung kebebasan dan legitimasi demokrasi (Ruang Publik).
2. Perspektif Foucault tentang Masyarakat Sipil
a. Sebaliknya, Foucault skeptis terhadap ide rasionalitas universal seperti yang diusung Habermas. Ia melihat kekuasaan sesungguhnya menyusup ke setiap aspek kehidupan termasuk masyarakat sipil dan wacana publik (Kekuasaan dan Resistensi)
b. Masyarakat adalah hasil dari berbagai mekanisme kekuasaan yang tersembunyi, dan wacana-wacana yang terbentuk di dalamnya tidak pernah netral. Mekanisme kontrol kekuasaan tersembunyi mempengaruhi perilaku dan pandangan individu
c. Foucault berfokus pada bagaimana kekuasaan membentuk subjek serta bagaimana institusi dan norma sosial mengontrol individu (Diskursus).
3. Perbandingan Keduanya
a. Flyvbjerg menunjukkan bahwa meskipun kedua pemikir ini berbeda pandangan, keduanya relevan untuk memahami masyarakat sipil.
b. Habermas menawarkan visi optimistis tentang demokrasi dan diskusi rasional sedangkan Foucault memberikan alat analisis kritis untuk melihat bagaimana kekuasaan dan kontrol beroperasi di balik wacana-wacana dalam masyarakat.
4. Sintesis yang ditawarkan Bent Flyvbjerg
a. Dengan menggabungkan kedua pemikiran ini, Flyvbjerg menegaskan pentingnya tidak hanya mendukung demokrasi deliberatif, tetapi juga waspada terhadap mekanisme kekuasaan yang dapat menghambat kebebasan tersebut. Flyvbjerg menekankan bahwa untuk membangun masyarakat yang demokratis perlu memahami baik pentingnya diskusi rasional maupun kekuatan tersembunyi yang mempengaruhi proses tersebut. Demokrasi tidak hanya bergantung pada kemampuan untuk berdebat secara terbuka, tetapi juga pada kesadaran akan bagaimana kekuasaan bekerja di bawah permukaan.
b. Masyarakat sipil harus menyediakan ruang untuk diskusi terbuka sambil tetap kritis terhadap dinamika kekuasaan yang tersembunyi.
oleh: Farkhan Abdurochim Alfarauq




